Skip to main content

Dalil kewajiban haji dan umroh

  • Dalil kewajiban haji dan umroh.

Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan hambanya yang muslim untuk beribadah haji yang harus dilakukan sekali seumur hidup dan mampu melakukan perjalanan dan allah swt telah menjadikan salah satu dari rukun islam.

Allah SWT berfirman:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَا مُ اِبْرٰهِيْمَ ۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَا نَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّا سِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَا عَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
"Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 97)

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “

Dari Abu  ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibadah umrah juga wajib.

www.alislah.xyz
Ini pak Ustadznya

Bagaimana dengan ibadah umrah, wajib atau tidak pak Ustad...?
jawabannya wajib, pendapatan terkuat hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. para ulama berdalil dengan firman Allah SWT :

.....وَاَ تِمُّوا الْحَجَّ وَا لْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.....
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 196)

Isi dalam ayat ini, haji dan umrah disebut secara beriringan / bergandingan menunjuk kesatuan yang wajib. Dalil lain bahwa wanita diperintahkan untuk berjihad, yaitu dengan haji dan umrah. Pertanyaannya jika wanita saja wajib maka bagaiman adengan lelaki....? Maka hukumnya wajib.

وبحديث عائشة رضي الله تعالى عنها قالت : « قلت : يا رسول اللّه هل على النّساء جهاد ؟ قال : نعم ، عليهنّ جهاد لا قتال فيه : الحجّ والعمرة »

Dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh


Comments

Popular posts from this blog

pembagian 'Adad Ma'dud dan kaidahnya

‘Adad menurut ahli bahasa berasal dari isem عَدَّ (perhitungan) dengan arti إحصاء (kulkalasi). Secara garis besar , ‘adad terbagi dua:             A.’Adad Ashli (العدد الاصلي) , bilangan yang menunjukkan banyaknya sesuatu. B . ’Adad Tartibi (العدد الترتيبي) , bilangan yang ber-urutan dan berwazan fa’ilun. A.‘Adad Ashli dibagi menjadi 4 bagian:  1.‘Adad Mufrad  (العدد المفرد) . ‘Adad Mufrad  dari bilangan 1-10 (واحد الي عشرة) ,100 (مائة) dan 1000 (الف) . ‘adad mufrad, ‘adad yang tidak ada  tarkib dan ‘athaf . ·          Bilangan 1 & 2 Rumusnya jenis ‘adad sama dengan jenis ma’dudnya,  jika ma’dudnya muzakkar maka ‘adadnya muzakkar, jika ma’dudnya muannats maka ‘adadnya muannats. Kedudukan ‘adad sebagai na’at dan ma’dud sebagai man’ud, maka ‘adad dan ma’dudnya selalu mengikuti seperti ketentuan na’at man’ud. مؤنث مذكر ...